Pria Taiwan Didakwa Menipu Dealer Mobil AS Senilai Jutaan Dolar dengan Ferrari Palsu

Investigasi mengungkap skema penipuan internasional yang melibatkan dokumen palsu, perjudian online, dan pencucian uang.
Pria Taiwan Didakwa Menipu Dealer Mobil AS Senilai Jutaan Dolar dengan Ferrari Palsu

Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Chen Kent (陳肯特) telah didakwa di Taiwan karena diduga menipu dealer mobil Amerika Serikat senilai 9,35 juta dolar AS, setara dengan lebih dari 290 juta NT$. Jaksa penuntut mendakwa bahwa Chen Kent memalsukan dokumen dari firma hukum terkemuka untuk mengklaim kepemilikan dua supercar Ferrari edisi terbatas, yaitu Ferrari FXX-K Evo, dan menggunakan dalih ini untuk menipu pembeli asal Amerika.

Investigasi yang dipimpin oleh Biro Investigasi Kota Taichung di bawah arahan Kantor Kejaksaan Distrik Taichung, mengungkapkan bahwa Chen Kent, yang nama aslinya adalah Chen Tsung-chieh (陳宗傑), menginstruksikan CFO perusahaannya, Chen Chih-yi (陳智義), untuk memalsukan surat opini hukum dari Formosan Van Law Firm Taiwan dan Ugajin International Law Office Jepang. Dokumen-dokumen palsu ini digunakan untuk mendukung penjualan ilegal model Ferrari FXX-K Evo yang sangat diminati, yang dilaporkan hanya diproduksi sebanyak 40 unit di seluruh dunia dan memiliki tenaga 1050 tenaga kuda.

Dealer mobil Amerika, yang bersemangat untuk memperoleh kendaraan eksklusif ini, mentransfer sejumlah besar uang ke rekening bank di Singapura dan Hong Kong yang ditunjuk oleh Chen Kent. Namun, setelah menunggu lama tanpa menerima mobil, dealer tersebut menghubungi firma hukum yang disebutkan, hanya untuk menemukan penipuan tersebut. Hal ini mendorong mereka untuk mengajukan keluhan ke Biro Investigasi Kota Taichung di Taiwan.

Selama penggeledahan dan interogasi pada 11 Juni 2025, pihak berwenang menyita beberapa barang mewah dari kediaman dan kantor Chen Kent dan Chen Chih-yi. Ini termasuk Porsche Cayenne GTS senilai sekitar 7 juta NT$, BMW 740Li senilai lebih dari 5 juta NT$, Tesla Model 3 seharga lebih dari 1 juta NT$, dua jam tangan Patek Philippe mulai dari 700.000 NT$ hingga 800.000 NT$, dan tiga tas Hermès Birkin.

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa Chen Kent diduga telah mengoperasikan platform perjudian online sejak tahun 2023, mengumpulkan lebih dari 40 juta NT$ dalam jumlah taruhan yang sah setiap tahunnya. Dia juga dituduh menggunakan sistem pembayaran pihak ketiga dan mata uang kripto untuk mencuci dana ilegal ini.

Pihak berwenang mencatat bahwa Chen Kent, yang dilaporkan memiliki kewarganegaraan ganda dan pernah menjadi "pengemudi balap tim Ferrari," memiliki pengetahuan luas tentang pasar mobil mewah internasional dan penilaian kendaraan. Dia membangun citra kekayaan dan eksklusivitas melalui media sosial, sering memamerkan supercar-nya, makan di restoran mewah, dan bepergian ke luar negeri, yang diyakini oleh penyelidik berkontribusi pada kepercayaan pembeli asal Amerika.

Selain kendaraan, jam tangan, dan tas tangan yang disita, penyelidik juga menyita tempat tinggal mewah di Taichung milik Chen Kent, serta properti yang dipegang atas nama pinjaman. Beberapa rekening bank milik Chen Kent dibekukan, bersama dengan dana di rekening pihak ketiga.

Jaksa penuntut telah mendakwa Chen Kent dan Chen Chih-yi atas penipuan dan pencucian uang. Chen Kent tetap ditahan, sementara Chen Chih-yi dibebaskan dengan jaminan sebesar 300.000 NT$ selama penyelidikan.